Senin, 28 Februari 2011

Harus terus mengejar


Hari itu saya ke kantor dengan mampir dulu di perpustakaan CRCS/ICRS (Cross religions and cultural studies/Indonesia consortium for religious studies) yang berada di lingkungan gedung sekolah pasca sarjana UGM, Yogyakarta. Sambil mengembalikan buku saya ngobrol dengan Librarian di situ. Saya sudah cukup akrab dengan mereka, karena pada semester pertama perkuliah saya di ICRS saya work study di perpustakaan.

Saat ngobrol saya melihat tumpukan majalah-majalah edisi lama, seperti Tempo, Newsweek dan sebagainya. Lalu saya iseng bertanya "Biasanya majalah-majalah bekas itu di jual kemana mbak?" Menurut Mbak Arini sang Librarian majalah-majalh itu dijual ke tukang loak, karena mereka mengaku kekurangan space di perpustakaan untuk menyimpannya. Spontan saya mengajukan diri untuk membeli majalah-majalah tersebut yang ternyata harganya permajalah hanya seribu rupiah, ini jauh lebih murah dari pada beli di shoping (pusat buku di Yogyakarta). Ada 2o majalah yang ada, dan semuanya langsung saya borong. Cukup dengan 20.000 rupiah saya sudah bisa mendapatkan 20 majalah bagus.

Saat saya diskusi dengan Mbak Arini, Mas Widiarsa librarian yang lain menawari saya buku-buku bahasa Inggris bekas. Buku-buku tersebut sudah sangat lama dan tidak pernah diakses oleh mahasiswa. Mereka berniat menjualnya. Sayapun semakin girang dan langsung menyanggupi membelinya. Pertama Mas Widiarsa mengajukan harga 5000 ribu untuk setiap buku, lalu saya menawarnya menjadi 3000 rb. Alhamdulillah mas Widiarsa menyetujui. Jadilah dengan uang kurang dari 190 rb saya mendapatkan 20 majalah dan 56 buku. Alhamdulillah. jadi semakin bersemangat untuk terus berburu buku.

Thank you all

Tidak ada komentar:

Posting Komentar